assalamu'alaikum
Waktu-waktu shalat mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan
hidup sesuai dengan siklus alam semesta. Waktu-waktu shalat yang kita
lakukan sangat sesuai dengan kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam
ilmu kesehatan China. Berikut ini Pembahasannya ;
Shalat Subuh : Terapi Paru-paru
Waktu
pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir
terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi
sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih
bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan
bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima
pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali
dan otak menjadi jernih.
Penelitian mutakhir dalam ilmu medis
Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh.
Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses
detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu,
biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk
hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran
pernapasan.
Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling
berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung
termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat
panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara
benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru
dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.
Shalat DZuhur : Terapi Jantung dan Usus Kecil
Waktu
Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit
hingga saat bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.
Jantung
merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental. Beberapa
bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas,
dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit
jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan secara umum,
seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering
berkeringat.
Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki
dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah,
lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala
kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada
telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada
malam hari.
Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas
jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang
disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu,
kegelisahan yang sangat, tidak dapat tidur, dan sering mimpi buruk,
wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan
sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.
Waktu
pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan
China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat
untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00.
Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas
sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi
dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan
bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sistem
lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa”
pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk
membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya.
Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan
kembali dan siap melanjutkan aktivitas.
Shalat Ashar : Terapi Kandung Kemih
Waktu
ashar adalah setelah habus waktu zuhur hingga terbenam matahari. Dalam
ilmu kesehatan China, pukul 15.00 – 17.00 merupakan waktu yang tepat
untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi
kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di
sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.
Fungsi
utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing
dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan,
terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme
terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang
tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja
organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan
tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan
panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.
Jadi,
ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja kandung
kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh
proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.
Shalat Maghrigb : Terapi Ginjal
Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat.
Ginjal
dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ tersebut
mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab terhadap
fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Kesehatan kedua
organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala. Mereka
memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan
mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan
dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.
Untuk mengetahui
gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjal sesungguhnya mudah.
Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara
mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran,
wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata.
Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan
sering masuk angin ringan.
Gejala-gejala kemunduran energi panas
secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energi atau panas. Serupa
dengan kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga,
pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai
dengan rasa dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya kemunduran
energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati,
sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa
kecil dan paru-paru.
Ditinjau dari ilmu pengobatan China, waktu
pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan
terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin
menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di
sekitarnya.
Shalat Isya : Terapi Perikardium dan Triple Burner (San Jiao)
Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh.
San
Jiao adalah konsep dalam ilmu kesehatan China, yaitu sebuah organ
fungsional yang tidak dikenal oleh ilmu kedokteran Barat modern. Menilik
makna kata asalnya, yaitu lapisan yang terletak di bawah kulit dan di
antara otot-otot, sebagian ahli mengajukan teori bahwa organ ini sama
dengan sistem limfatik. San Jiao dianggap terutama bersifat energetik
dan tidak memiliki komponen fisik.
Fungsi perikardium adalah
membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong
yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi
akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat
energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk
mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.
Waktu yang
tepat untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 –
21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada
hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh
manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.
Pada
waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ
internal yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh
memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan
untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa
pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan
tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari.
Paparan
di atas tidaklah mutlak untuk menyatakan bahwa alasan penetapan
waktu-waktu shalat adalah untuk menyesuaikan dengan sirkulasi chi dalam
tubuh manusia. Terlebih lagi untuk daerah-daerah subtropis, panas musim
panas, siang lebih panjang daripada malam, sehingga waktu pelaksanaan
shalatpun bergeser. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan yang lebih
khusus.
Namun teori sirkulasi chi ini dapat kita manfaatkan
untuk merenungkan keagungan perintah melaksanakan shalat pada waktunya.
Perhatikan bagaimana untuk melaksanakan shalat kita diperintahkan untuk
memperhatikan posisi matahari. Perubahan posisi matahri menyebabkan pula
perubahan suhu, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain. Ini semua
mungkin bisa dianggap sebagai “Chi Langit”.
Seperti alam semesta,
tubuh kita pun mengalami siklus harian. Ilmu medis Barat menemukan
bahwa setiap hari berlangsung siklus metabolisme tubuh manusia. Ilmu
kesehatan China mengungkap adanya siklus chi harian dalam tubuh manusia.
Di
nukil oleh dari Sebuah Buku yang Berjudul : Keajaiban Shalat Menurut
Ilmu Kesehatan China Pengarang : Lukman Hakim Saktiawan (Guru Kungfu dan
Praktisi Terapi Pengobatan Tradisional China)

No comments:
Post a Comment