assalamu'alaikum
Telah menceritakan kepada kami Hasan; telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah; telah menceritakan kepada kami Abu Yunus; dari Abu Hurairah -bapakku berkata: “Abu Hurairah tidak memarfu’kannya”- Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wasalam- bersabda: “Malaikat maut datang kepada Musa seraya berkata: ‘Penuhilah panggilan Rabbmu (mati)!’ namun Musa menampar muka malaikat maut dan mencongkel matanya, sehinggga malaikat tersebut kembali menghadap Allah -‘Azza wa Jalla- seraya berkata: ‘Sesungguhnya Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba dari hamba-Mu yang tidak menginginkan kematian, dan dia juga telah mencongkel mataku'”. Beliau bersabda: “Lalu Allah mengembalikan matanya dan berfirman: ‘Kembalilah kepada hamba-Ku, dan katakanlah kepadanya: ‘Apakah kehidupan yang engkau inginkan? Jika itu yang kamu inginkan, maka letakkanlah tanganmu ke atas bulu kulit lembu, maka dari bulu yang tertutup oleh tanganmu, setiap helai bulu akan ditambah satu tahun dari umurmu.’ Musa berkata: ‘Lalu apa setelah itu?’ malaikat maut menjawab: ‘Setelah itu kematian.’ Musa berkata: ‘Wahai Rabb, kalau begitu sekarang saja’.'”. (Hadits shahih didalam Kitab Musnad Ahmad, nomor ke-8262).
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Rafi'; dari ‘Abdurrazzaq, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’mar; dari Ibnu Thawus; dari bapaknya; dari Abu Hurairah, dia berkata: “Malaikat yang diberi tugas mengurus kematian pernah diutus untuk menemui Musa -‘Alaihis Salam-. Setelah malaikat datang menemuinya, Musa memukulnya, lalu matanya buta sebelah dan ia kembali menemui Rabbnya seraya berkata: ‘Engkau telah mengutusku untuk menemui seorang hamba yang tidak menginginkan kematiannya.’ Maka Allah -‘Azza wa Jalla- mengembalikan matanya dan berfirman: ‘Kembalilah dan katakan kepadanya: “Hendaklah Musa meletakkan tangannya di atas punggung sapi jantan, maka yang ditutup oleh tangannya adalah bagian umurnya dan setiap rambut -yang ditutup oleh tangannya sama dengan masa- satu tahun.’ Ia bertanya; ‘Wahai Rabbku, kemudian apa (setelahnya)?’ Dia berfirman: ‘Itulah kematiannya.’ Malaikat berkata: ‘Sekarang akan beres’, lalu ia memohon kepada Allah -‘Azza Wa Jalla- agar didekatkan dari bumi yang disucikan sejauh lemparan batu.” Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Andai aku berada di sana, niscaya akan aku perlihatkan kuburannya kepada kalian di samping jalan di bawah bukit merah!”. (Hadits shahih didalam Kitab Sunan An-Nasa’i, nomor ke-2062).
.
kali ini bang fadil mau ngebahas itu hadist... jadi Menurut sejarah, Nabi Musa as adalah Nabi yang kuat dan gagah di jamannya. ente bayangin aja Nabi Musa pernah sekali nonjok pemuda sampai tewas seketika. Bisa di bayangain seberapa besar tenaga Nabi Musa as
nah ada yang menarik lagi dari nabi gagah ini.. yaitu ketika dia akan d cabut nyawanya oleh malaikat maut dia menampar malaikat tersebut hingga kedua matanya copot keluar dan buta... greget dah ni Nabi. Greget plus-plus
Jadi pada suatu hari Malaikat Maut menyamar menjadi manusia .Pada saat itu malaikat maut mendatangi Nabi Musa as "wahai Musa, penuhilah penggilan tuhanmu, kini saatnya kau akan di cabut nyawa!"; kata malaikat maut yang menyamar menjadi manusia biasa. Ketika mendengar perkataan tersebut, Nabi Musa as tiba-tiba saja langsung menampar Malaika Maut itu hingga matanya keluar dan buta. Malaikat maut itu kebingungan dan akhirnya kembali lagi menghadap Allah swt
"Ya ALlah, engkau telah mengutusku kepada seorang manusia yang tidak menginginkan kematian," kata Malaikat itu.
Setelah kejadian tersebut, kemudian Allah swt mengembalikan penglihatan malaikat tersebut dan menyuruhnya untuk balik lagi menemui Nabi Musa as
dengan perantara malaikat tersebut Allah swt meminta Nabi Musa as jika ingin menunda kematian maka, ada syaratnya.
“Wahai Musa, Allah telah menyuruhku agar menyampaikan berita ini. Kalau engkau ingin menunda kematian, maka engkau harus meletakkan tanganmu di punggung sapi jantan, kemudian sejumlah bulu yang tertutupi tangan itu engkau akan diperpanjang umurnya selama 1 tahun,” kata Malaikat Maut.
"wahai Malaikat, kemudian apa setelah hitungan itu?" tanya Nabi Musa as." Kemudian kematian.
Mendengar penjelasan itu, Nabi Musa as memilih untuk tidak menunda kematian. di pikir-pikir iya juga si.. "kalau begitu, sekarng saja kematianku datang tanpa di undur lagi!" ujar Nabi Musa as
Setelah itu Nabi Musa as berdoa kepada Allah swt untuk mendekatkan dirinya ke (Baitul Maqdis) sejarak lemparan batu. Konon Di tempat itulah Nabi Musa as meninggal
karena ada hadis Rasululah -Shalallahu ‘alayhi wassalam- bersabda: “Seandainya aku di sana (Di Baitul Maqdis), maka sungguh akan aku perlihatkan kepada kalian kuburan Musa, yaitu di sebelah jalan di gundukan pasir merah”.
Semoga kita bisa mengambil hkmah dari kisah tersebut dan bisa sedikit mengingatkan bahwa kematian itu tidak memandang waktu, jarak, dan usia.
wassalamu'alaikum

No comments:
Post a Comment