Powered by Blogger.

translate

iklan

Web Hosting

POPULAR POSTS

recent

    Flag Counter

    KATA-KATA MUTIARA SOEKARNO

    kata-kata mutiara soekarno
    • Tidak seorang yang menghitung-hitung : “Berapa untung yang kudapat
    nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk
    mempertahankannya.”
    [Pidato HUT Proklamasi, 1956]

    • Oleh karena itu, maka Marhaen tidak sahaja harus mengikhtiarkan

    Indonesia Merdeka, tidak sahaja harus mengikhtiarkan kemerdekaan
    nasional, tetapi juga harus menjaga yang di dalam kemerdekaan
    nasional itu harus Marhaen yang memegang kekuasaan.
    [Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]

    • Oleh karena itu, maka Marhaen tidak sahaja harus mengikhtiarkan

    Indonesia Merdeka, tidak sahaja harus mengikhtiarkan kemerdekaan
    nasional, tetapi juga harus menjaga yang di dalam kemerdekaan
    nasional itu harus Marhaen yang memegang kekuasaan.
    [Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]


    • Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian
    kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaan yang
    sehat.
    [Pancasila sebagai dasar negara hlm. 65]
    • Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan
    nasib tanah air di dalam tangan kita Beograd. Hanya bangsa yang
    berani mengambil nasib dalam tangan Beograd, akan dapat berdiri
    dengan kuatnya.
    [Pidato HUT Proklamasi, 1945]
    • Dalam pidatoku, “Sekali Merdeka tetap Merdeka”! Kucetus semboyan:
    “Kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta KEMERDEKAAN”.
    [Pidato HUT Proklamasi, 1946][Bung Karno penyambung lidah rakyat, hlm.
    69]
    • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa
    pahlawannya.
    [Pidato Hari Pahlawan 10 Nop. 1961]
    • Di dalam arti inilah maka pengorbanan kawan Tjipto itu harus kita
    artikan: Tiada pengorbanan yang sia-sia. Tiada pengorbanan yang tak
    berfaedah. “No sacrifice is wasted”.
    [Suluh Indonesia Muda, 1928]
    • Tidak seorang yang menghitung-hitung : “Berapa untung yang kudapat
    nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk
    mempertahankannya.”
    [Pidato HUT Proklamasi, 1956]
    • Oleh karena itu, maka Marhaen tidak sahaja harus mengikhtiarkan
    Indonesia Merdeka, tidak sahaja harus mengikhtiarkan kemerdekaan
    nasional, tetapi juga harus menjaga yang di dalam kemerdekaan
    nasional itu harus Marhaen yang memegang kekuasaan.
    [Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]
    • Ini Negara, alat perjuangan kita. Dulu alat perjuangan ialah partai. Nah,
    alat ini kita gerakkan. Keluar untuk menentang musuh yang hendak
    menyerang. Kedalam, memberantas penyakit di dalam pagar, tapi juga
    merealisasikan masyarakat adil dan makmur.
    [Pancasila sebagai dasar negara hlm. 60]
    • Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian
    kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaan yang
    sehat.
    [Pancasila sebagai dasar negara hlm. 65]
    • Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan
    nasib tanah air di dalam tangan kita Beograd. Hanya bangsa yang
    berani mengambil nasib dalam tangan Beograd, akan dapat berdiri
    dengan kuatnya.
    [Pidato HUT Proklamasi, 1945]
    • Dalam pidatoku, “Sekali Merdeka tetap Merdeka”! Kucetus semboyan:
    “Kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta KEMERDEKAAN”.
    [Pidato HUT Proklamasi, 1946]